Scroll untuk baca artikel
News

Bejat… Kelakuan Seorang Guru Ekstrakurikuler Tega Mencabuli Siswa SD 10 Tahun di Probolinggo Kota

106
×

Bejat… Kelakuan Seorang Guru Ekstrakurikuler Tega Mencabuli Siswa SD 10 Tahun di Probolinggo Kota

Sebarkan artikel ini

Probolinggo, Journalistimes.com – Korban yang masih berusia 10 tahun di sekolah dasar (SD) menjadi salah satu korban tindakan bejat dari seorang guru pelatih beladiri di sekolahnya.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa korban telah mengalami pencabulan berkali-kali oleh guru pelatih beladiri yang melakukan tindakan tersebut di lingkungan sekolah.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk lihat konten

MS, seorang guru pelatih pencak silat di sekolah dasar, juga merupakan guru dari korban. Pelaku yang berusia 55 tahun ini merupakan warga Kelurahan Pakistaji, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo.

Tim Satreskrim Polres Probolinggo Kota telah melakukan penangkapan terhadap pelaku Miskadi (55 tahun) setelah mendapat laporan dari keluarga korban.

AKP Jamal membenarkan adanya kasus guru dan murid kali ini. “Pelaku merupakan seorang guru ekstrakurikuler yang dipercaya oleh sekolah untuk melatih beladiri,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Probolinggo.

“Pada tahap pemeriksaan sementara, pelaku mengaku bahwa dia sendiri pernah menjadi korban sodomi oleh kakak kelasnya, yang kemungkinan menjadi pemicu tindakan bejatnya terhadap muridnya sendiri,” terang Kepala Satuan Reserse Kriminal.

“Tersangka ditangkap di kediamannya pada Jumat, 28 Juli 2023. Tersangka mengakui perbuatannya dan tidak dapat mengelak,” kata AKP Jamal.

Tersangka mengakui bahwa dia melakukan tindakan bejat ini berulang kali, termasuk menyodomi korban saat kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

“Dalam pemeriksaan, tersangka mengakui bahwa dia pertama kali bertemu korban dan melakukan tindakan bejat di salah satu kamar mandi. Namun, pihak kepolisian masih dalam penyelidikan dan khawatir masih ada korban lain yang belum terungkap,” terang AKP Jamal.

Korban melaporkan insiden ini kepada orangtuanya karena sudah tidak tahan. Orangtua korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Probolinggo Kota.

“Kami menjerat pelaku dengan pasal 82 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014, yang diubah oleh Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara,” tutup AKP Jamal.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *