Scroll untuk baca artikel
News

Mantan Gubri Diprediksi Keok Menuju Kursi DPR RI, Dua Pimpinan DPRD Berada Dipuncak Survey Partai Masing-masing

566
×

Mantan Gubri Diprediksi Keok Menuju Kursi DPR RI, Dua Pimpinan DPRD Berada Dipuncak Survey Partai Masing-masing

Sebarkan artikel ini

Pekanbaru – Journalistimes.com. Independen Survey Indonesia pada Awal Januari merilis hasil survey parpol dan Calon DPR RI Dapil Riau 1 pemilu tahun 2024.

Dalam rilis Independen Survey Indonesia (survei Parpol dan Caleg) yang banyak beredar di WhatAspp Group masyarakat, dr. Maharani, MM memimpin di dapilnya, dengan perolehan sementara 10,28 % dan ditempel kuat oleh Syafruddin Poti dari PDI- P dengan memperoleh sementara 8,76 %.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Pendukung Caleg DPR RI Syafaruddin Poti Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berkeyakinan optimis dan masih ada waktu 1 bulan untuk memaksimalkan sosialisasi agar unggul di Riau I melampaui Caleg lainnya.

Dalam daerah pemilihan Riau 1, survei tersebut memprediksi bahwa Efendi Sianipar, Arsyadjuliandi Rahman, dan Syamsurizal akan gagal melenggang ke Senayan pada pemilihan kali ini. Begitu pula di daerah pemilihan Riau 2, Marsiaman Saragih, Idris Laena, dan M Nasir juga diprediksi tidak akan mampu mempertahankan kursi mereka di DPR RI.

Tumbangnya para petahana dan mantan gubernur Riau ini dipengaruhi oleh kehadiran politikus elit yang memiliki pengaruh kuat di kabupaten/kota di provinsi Riau. Di daerah pemilihan Riau 1, wakil ketua DPRD Riau, Syafruddin Poti Siap naik kelas dan bertarung di DPR RI pada pemilu tahun 2024. Dengan basis yang kuat di kabupaten Rokan Hulu, Syafruddin Poti menjadi lawan tangguh bagi caleg dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) di daerah pemilihan Riau 1.

Keunggulan Syafaruddin Poti Memberikan semangat dan Optimisme pendukung nya.
Khusus nya untuk kabupaten Rokan hulu.

Sebagaimana survei yang di rilis Independen Survei Indonesia (ISI) sejumlah petahana diprediksi terjungkal pada pemilihan DPR RI 2024 nama pembesar dan mantan Gubernur juga diperkirakan gagal mendapatkan kursi di senayan.

Partai Golkar masih menjadi kursi pemenang di Dapil Riau 1 ( Kab. Bengkalis, Kab. Kepulauan Meranti, Kab. Rokan Hilir, Kab. Rokan Hulu, Kab. Siak, Kota Dumai, dan Kota Pekanbaru )

Keunggulan Golkar juga di Prediksi di Dapil Riau 2 ( Kab. Indragiri Hilir, Kab. Indragiri Hulu, Kab. Kampar, Kab. Kuantan Singingi, dan Kab. Pelalawan )

 

Hasil survei ini memprediksi bahwa nama dua pimpinan DPRD Riau di perkirakan melenggang ke senayan yakni Politisi PDIP Syafaruddin Poti Wakil Ketua DPRD Riau dan Politisi Golkar Yulisman Ketua DPRD Riau.

*Masyarakat Ingin yang baru*.

Para calon kontestasi mulai mempersiapkan visi misi, bahkan ada yang sudah mengumumkan visi misinya. Namun, banyak calon kontestasi yang kerap memberikan janji, tetapi saat terpilih tidak merealisasikannya.

Menanggapi fenomena tersebut, pengamat ilmu politik sekaligus dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UNAIR), Irfa’i Afham SIP MSc, mengatakan hal tersebut sebenarnya merupakan fenomena yang biasa, tetapi tetap tidak boleh dinormalisasi.

Terkait dengan maraknya masyarakat merasa dibohongi, Irfa’i mengatakan masyarakat harus berhenti berpaku pada janji-janji kampanye, tetapi harus fokus pada tindakan nyata calon kontestasi sebelum dan sesudah terpilih.

“Para pemilih harus tegas dalam menghukum para calon yang sebelumnya berbohong tidak mewujudkan kepentingan mereka atau bahkan melakukan berbagai penyimpangan, misalnya korupsi,” imbuhnya.

Cara menghukum para calon tersebut, ungkapnya, bisa dengan tidak memilih mereka lagi di Pemilu berikutnya, ini yang terjadi terhadap petahana.

“Pemilu merupakan manifestasi dari praktik demokrasi langsung, kita bisa menghukum mereka secara langsung dengan tidak memilih mereka lagi di Pemilu sekarang ataupun Pemilu-Pemilu mendatang,” pungkas Irfa’i. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *