Scroll untuk baca artikel
News

PWI Labuhanbatu Tandatangani MoU dengan Bunda PAUD Sinergitas Jaga Tumbuh Kembang Anak

112
×

PWI Labuhanbatu Tandatangani MoU dengan Bunda PAUD Sinergitas Jaga Tumbuh Kembang Anak

Sebarkan artikel ini

Rantauprapat, Journalistimes.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Labuhanbatu menandatangani nota kesepahaman (MoU) terhadap program unggulan transisi dari Pendidikan Anak Usia Dini atau (PAUD) ke Sekolah Dasar (SD) yang menyenangkan.

Ketua PWI Kabupaten Labuhanbatu, Rony Afrizal menyatakan sangat mendukung program Bunda PAUD Labuhanbatu. Menurutnya, program ini sangat strategis sebagai pondasi dasar tumbuh kembang anak.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk lihat konten

“Kita siap mendukung program kerja yang dijalankan Bunda PAUD melalui sosialisasi dan publikasi. Apalagi, program ini begitu sangat penting, sebagai pondasi dasar untuk anak tumbuh kembang dengan cerdas,” kata Rony Afrizal didampingi pengurus dan anggota, di kediaman Bupati, di Jalan Padang Matinggi, Kelurahan Padang Matinggi, Kecamatan Rantau Utara, Senin (18/09) malam.

Rony menyampaikan, ada 7 poin nota kesepahaman PWI dan Bunda PAUD, diantaranya publikasi dan informasi, wartawan juga dituntut menghasilkan berita ramah anak yang bernuansa positif bertujuan untuk melindungi hak, harkat dan martabat anak.

Sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Ramah Anak (PPRA) yang di terbitkan Dewan Pers pada 2019, wartawan wajib memenuhi dan menghadirkan solusi untuk menjaga hak-hak anak dari labelisasi negatif ataupun tidak baik, anak sebagai pelaku, saksi atau korban yang sedang berhadapan dengan hukum.

Bunda PAUD Kabupaten Labuhanbatu, dr. Maya Hasmita menjelaskan, saat ini kelompok kerja atau Pokja Bunda PAUD telah menjalin kerjasama dengan Dinas Pendidikan Labuhanbatu, untuk menjalankan program pemerintah pusat melalui strategi program unggulan.

Program ini untuk menghilangkan miskonsepsi orang tua bahwa untuk masuk ke SD, seorang anak harus mampu membaca dan berhitung. Kemudian, selama dua minggu pertama anak masuk SD akan diberlakukan pembelajaran layaknya anak yang masih berada di PAUD.

“Ini merupakan program pusat, jadi kita hadir untuk mencerdaskan. Nanti selama dua minggu pertama itu, kita buat mereka seperti di PAUD. Tetapi, dengan pola-pola pembelajaran dan bermain yang menarik. Jadi kecintaan mereka untuk datang ke sekolah itu menjadi lebih baik,” jelas Maya Hasmita didampingi Ketua Pokja Bunda PAUD Labuhanbatu Nurleha Ritonga.

Maya menjelaskan, program bapak Bupati Labuhanbatu dr. Erik Adtrada Ritonga juga mengharuskan setiap anak belajar beribadah, siswa yang Muslim sudah harus belajar sholat jenazah. Sedangkan bagi siswa yang Nasrani, juga akan beribadah sesuai dengan ajaran agamanya masing-masing.

Pihaknya berharap melalui kerjasama ini, kepada insan pers, terutama PWI Labuhanbatu dapat mendukung, menyampaikan informasi dalam bidang publikasi, terhadap program atau kegiatan yang dijalankan Pokja Bunda PAUD Kabupaten Labuhanbatu.

Ketua Pokja Bunda PAUD Labuhanbatu Nurleha Ritonga mengatakan, melalui Masyarakat Memahami Transisi PAUD ke SD Bersekolah Siap Transisi atau program Mama PD dan Besti maka sekolah-sekolah di Labuhanbatu sudah harus siap bertransisi.

Nurleha menjelaskan, transisi sekolah ini, nantinya setiap sekolah akan memiliki fasilitas bagi anak-anak untuk belajar sambil bermain. Sama seperti saat masih berada di PAUD, mereka merasakan fasilitas area bermain motorik kasar, seperti perosotan, ayunan, titi-titian, dan lain lagi, hal itu bertujuan untuk membangun otot anak.

Selain motorik kasarnya, kata Nurleha, anak-anak di PAUD juga akan belajar memahami motorik halusnya, jadi setiap anak tidak dituntut untuk langsung belajar menulis, melainkan terlebih dahulu harus melatih tangan-tangan mereka agar mengetahui bagaimana cara memegang pensil.

Sementara untuk memberikan kemampuan berhitung, lanjut Nurleha, anak-anak di PAUD akan terlebih dahulu dipersiapkan bagaimana mengembangkan kognitifnya, atau kemampuan berpikir mereka.

Sebab, ungkapnya, anak usia dini belum bisa memahami secara abstrak seperti halnya orang dewasa, maka perlu ditunjukkan benda-benda sebagai media belajarnya, seperti pojok balok, pojok mengenal angka, pojok mengenal agama, dan pojok bahasa.

“Jadi setiap anak-anak di PAUD itu tidak harus langsung belajar menulis. Kita latih dulu motorik halusnya, bagaimana cara memegang pensil, karena bagi anak usia dini, memegang pensil itu juga merupakan hal yang tidak mudah, jadi kita latih dasarnya dulu, pondasi anak harus kita persiapan terlebih dulu,” tutupnya.

Dalam mensukseskan program transisi PAUD ke SD yang menyenangkan, Pokja PAUD Labuhanbatu telah menjalin MoU bersama organisasi mitra, seperti Dinas PPA Labuhanbatu, Disdukcapil, Dinas Perpustakaan, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, RSUD Rantauprapat, Disnaker, Dinas Perizinan, Disporabudpar, termasuk MUI, FKUB, Muslimat Al-Washliyah, dan PWI Labuhanbatu. (DR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *