Scroll untuk baca artikel
News

Shalwaa Kia, Duta Maritim Asal NTT, Berkunjung ke KKP RI: Menjalin Sinergi untuk Kelautan dan Perikanan

82
×

Shalwaa Kia, Duta Maritim Asal NTT, Berkunjung ke KKP RI: Menjalin Sinergi untuk Kelautan dan Perikanan

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Sebagai perwakilan Duta Maritim Indonesia 2023, Shalwaa Kia (17th) mengambil langkah penting dengan mengunjungi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama 100 peserta Duta Maritim lainnya. Kegiatan ini didampingi oleh Dr. Andi Fajar Asti, M.Pd., M.Sc, tokoh pemuda dan Direktur Eksekutif ASPEKSINDO (Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan Dan Pesisir Seluruh Indonesia), pada hari Senin (14/8/2023).

Kunjungan ini adalah bagian dari program hari ke-4 Sekolah Duta Maritim Indonesia angkatan ke-III, yang bertujuan untuk memperdalam pemahaman para duta mengenai isu-isu maritim dan kelautan.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk lihat konten

“Terima kasih, hari ini saya dan sesama Duta Maritim Indonesia merasakan kebahagiaan karena dapat berdialog dengan pejabat-pejabat berpengaruh dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Peluang untuk memperluas wawasan sangat berharga bagi kami semua, dan kami berkomitmen untuk berkolaborasi dengan semangat,” ujar Shalwaa Kia, perwakilan dari Kalabahi, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur.

Para Duta Maritim dari berbagai wilayah diterima oleh Drs. Victor Gustaaf Manoppo, S.H., mewakili Menteri KKP Ir. Sakti Wahyu Trenggono, M.M. Pada kesempatan ini, Victor menjelaskan pentingnya penerapan konsep ekonomi biru untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai poros maritim global. Dia juga berbagi informasi mengenai berbagai program yang telah dilaksanakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.

“Perlunya kita menjaga kawasan konservasi tak terbantahkan. Kenapa? Karena dari kawasan ini bermuara sumber udara yang kita hirup. Dengan menjaga laut, kita juga mengendalikan dampak industri yang menghasilkan polutan CO². Laut mampu menyerapnya dan suatu saat akan menjadi tempat perlindungan ikan di masa depan,” tegas Drs. Victor Gustaaf Manoppo.

Victor juga membahas tentang pentingnya menangkap ikan secara terukur sesuai kuota yang ditetapkan. Langkah ini mendukung upaya legalitas, regulasi, dan pelaporan penangkapan ikan di Indonesia. Selain itu, langkah ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan, menjaga kelimpahan stok ikan, serta memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional.

Sebagai catatan, acara pembukaan Sekolah Duta Maritim Indonesia diselenggarakan di Gedung Nusantara V, Kompleks DPR/MPR/DPR RI Senayan, Jakarta. Wakil Menteri Perdagangan RI, Dr. Jerry Sambuaga, secara resmi membuka acara ini. Dalam rangkaian acara ini, para duta juga memberikan dukungan untuk kampanye lingkungan sehat, khususnya bagi anak-anak dan masyarakat umum. Di Monas, Jakarta Pusat, dilaksanakan kampanye “kawasan tanpa rokok,” yang ditandai dengan penandatanganan petisi oleh masyarakat. Tidak kurang dari 36 meter poster dan replika rokok dari kertas karton dipamerkan sebagai simbol kesadaran akan dampak buruk rokok. Acara Sekolah Duta Maritim Indonesia diselenggarakan atas inisiatif Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan Dan Pesisir Seluruh Indonesia (ASPEKSINDO). (Mansah Berutu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *